Tuesday, April 21, 2015

VICO Riders to Bandung 28 Feb - 1 Mar 2015



Touring satu bulan…….. maksudnya acaranya diadakan 28 Feb sampai 1 Maret yang diikuti 20 rider dan 19 motor alias ada 1 rider yang berboncengan jadi rider serep. Rekan perjalanan kali ini adalah si biru, 1 ER6N, 1 HD seri soft tail (kalau gak salah maklum bukan penggemar HD), 1 CBR250, 1 Z250SL, 2 R25, 1 R15, 2 Scorpio, 2 Vixion, 1 Pulsar 200NS, 1 KLX 150, 1 PCX, 2 bebek, dan 2 matic. Di rombongan ini juga ada 1 orang lady biker menggunakan CBR 250. Inilah touring Perdana terjauh dan peserta paling banyak, meski begitu rombongan tetap 1 kelompok tidak dipisah jadi 2 grup. Cukup pusing dan khawatir juga karena saya RC nya tapi Alhamdulillah semua aman clean sheet rahasianya cukup banyak berdoa dan bersedekah untuk penolak bala. Panjang rombongan bisa sampai 150 – 200 meter mengular ke belakang.






Day 1
Perjalanan dimulai sekitar pukul 07.00 dari tikum McD pangkalan Jati kali malang, sempat diwarnai hujan gerimis sampai berenti di next stop pom bensin outer ring road Kerawang. Disini menunggu 3 motor berserta 4 rider yang berangkat dari area kerawang, setelah lama menunggu baru disadari ternyata salah pom bensin. Akhirnya diputuskan untuk ketemu lagi di pom bensin di area industri Bukit Indah Purwakarta, ternyata rombongan yang terpisah masih nyasar juga jadi rombongan utama masih nunggu lagi beberapa saat. Perjalanan kali ini juga cukup sering berhenti singkat untuk copot pasang jas hujan karena hujannya on off.





Dari stop point terakhir kami lanjut via jalur Sadang kemudian di Subang, menjelang keluar kota Subang entah kenapa saya memutuskan berhenti disebuah restoran baru untuk lunch sekitar pukul 12.00. Padahal sebelumnya berencana untuk makan sate kelinci di tangkuban perahu. Setelah lunch pukul 13.30 kami lanjut lagi jalan menjelang naik ke  Tangkuban Perahu benar saja tiba-tiba hujan sangat deras, cukup was-was juga dengan kawan-kawan riders yang lain karena lumayan banyak yang belum pernah touring jarak jauh apalagi kondisi ekstrim. Apalagi kekuatan masing-masing rider juga berbeda-beda. Ya sudah banyak berdoa saja…… sangkin lebatnya hujan rupanya sempat membuat relay klakson lengket mungkin karena kakinya basah terkena air dan klakson si biru menyala terus  untung saja tidak perlu berhenti penyakitnya hilang sendiri





Pukul 15.00 sampai juga di Tangkuban Perahu, kondisi masih hujan lebat dan juga macet ke puncak Tangkuban Perahu. Setelah diskusi dengan rider yang lain mau tidak mau kita lanjut ke hotel Pesona Bamboe Lembang. Pasti banyak rider yang kecewa termasuk saya juga karena tidak bisa menikmati keindahan Tangkuban Perahu, tapi ya sudahlah ini semua sudah dalam rencana Nya.





Pukul 16.00 check in hotel and istirahat sempat diwarnai terpaksa mandi air dingin karena air panas belum keluar. Hahaha mak nyuss. Persis seperti jaman kuliah gak ada air panasnya. Hotel cukup enak dan model cottage. Kami ambil 1 kamar untuk ditempati 4 orang seharga Rp. 550,000. Masuk pintu kamar ada ruang tamu and TV, kamar mandi dan kamar tempat istirahat. Saya putuskan menginap di hotel ini karena dekat dengan pusat kegiatan Lembang, jadi jalan keluar banyak tempat makan and ada juga Borma sebuah supermarket.




Pukul 18.30 rombongan jalan lagi ke rumah salah satu rider asli Bandung disuguhkan makan malam sekalian beramah tamah di area Sukajadi. Acara selesai pukul 21.00 kegiatan rolling thunder kota Bandung di cancel karena hujan dan macet, akhirnya diputuskan untuk istirahat saja di hotel. Sampai di parkiran hotel yang tempatnya di siapkan khusus untuk kami, HD bermasalah sehingga tuas perseneling terputar karena as nya patah, akhirnya diakali dulu dengan cable ties dan besoknya baru di las lagi



Day 2
Esok paginya rombongan jalan lagi sekitar pukul 07.00 lanjut ke Tebing Kraton Dago tapi singgah dulu di rumah calon mertua salah satu rider di Dago Pakar. Wis mantap lah pokoknya rumahnya dan pemandangannya.







Lanjut ke tebing kraton berhubng belum ada yang pernah kesana jadi raba-raba jalan saja. Ada beberapa spot yang rusak tapi masih tolerable. Sampai di tempat banyak kendaraan parkir maka saya instruksikan untuk parkir, setelah Tanya-tanya ternyata lokasi masih sekitar 3 km lagi dan motor masih bisa naik jadi rombongan saya minta melanjutkan perjalanan. Baru sekitar 300 meter dari tempat parkir jalanan menanjak dan mulai rusak dicampur juga dengan layer tanah merah, lengkap sudah penderitaan sampai si biru yang sudah pakai battlax T30 harus menyerah karena kehilangan traksi, karena tidak kondusif saya minta rombongan putar balik dan parker di tempat semula





Perjalanan dilanjutkan dengan hiking berjalan kaki kurang lebih 3 km, banyak tukang ojek menawari jasanya dengan tarif 15 ribu. 2 orang rider yang pakai KLX dan scorpio tetap coba untuk naik sekalian langsir rider lainnya untuk naik ke tempat tujuan. Baru kali ini kangen banget sama motor karena capek jalan kaki. Hahaha benar saja di depan sana ada ruas jalan yang lebih licin and parah lagi, bersyukur sudah decision sudah tepat sebelum jatuh korban. Tapi betgitu sampai di tempat tujuan langsung hilang semua capeknya
















Pukul 12.00 rombongan lanjut ke resto Oemah Joglo yang lokasinya dekat dengan Tebing Kraton kemudian pulang via Cianjur. Ketika stop di pom bensin Cianjur ternyata kami kehilangan 1 sweeper yang terpisah. Hahaha cukup bikin ketawa-ketawa juga dan menyalahkan satu rider HD yang ada didepannya karena tidak peduli kawan dibelakangnya. Sweeper hilang ini juga yang mengingatkan adalah teman setia nya yang pakai vixion, betul – betul connected hati mereka berdua. Karena sudah terlalu lama menunggu akhirnya diputuskan kami lewat Jonggol dan sweeper tersebut via puncak. Jalanan Jonggol rusak tapi masih tolerable tapi di daerah Cileungsi sekitar pukul 19.00 macet parah sampai 10km. Setelah kembali berkumpul perjalanan lanjut via Cibubur, lagi-lagi ada rider yang gak nurut isi bensin di stop sebelumnya terpaksa 3 rider berhenti, tapi rider lainnya ternyata sempat terputus jauh dibelakang terus jalan karena tidak tahu bakal berhenti lagi.


Pukul 21.30 alhamdulillah kembali lagi sampai rumah begitu juga dengna teman-teman lainnya. Baru kali ini touring ketika pulang terpencar-pencar apalagi banyak yang tidak tahu jalan. Paling berkesan karena terpencar nya ini sepertinya. Hahaha thanks riders sampai ketemu di touring selanjutnya