Wednesday, August 29, 2018

Dunlop SP Sport LM704 VS Bridgstone Turanza T005

Dunlop..... kalau dilihat dari history dengan merek ini saya sudah dikecewakan 2 kali. Pertama kali Dunlop yang terpasang di Ninja 650 saya yang sudah expired karetnya getas jadi performance amburadul kemudian Dunlop Sport SP300 yang terpasang sekitar 2 tahunan di Livina saya gampang bocel-bocel dan shouldernya habis duluan terutama ketika dipasang di ban depan.



Berhubung kondisi 2 ban depan sudah parah betul setelah jalan sekitar 33,900 km selama 2 tahunan yaitu banyak bocel-bocel dan kedua shoulder menipis duluan, saya mulai siap-siap memikirkan gantinya apa. Yang jelas ban baru nanti akan saya taruh dibagian belakang dan sizenya dinaikkan jadi 195/65-15 sebelumnya 185/65-15.


Pilihan mengerucut kepada 2 merek ban yaitu Bridgestone dan Dunlop. Lah kok Dunlop lagi? kelihatannya masalah bocel-bocel dan ban habis di shoulder hanya terjadi pada seri SP300 saja tapi pada seri lain seperti enasave dan lainnya kok tidak pernah terlihat. Lagipula Dunlop dari sumitomo tyres ini kan peringkat 4 di dunia masa iya sih ban nya pada memble semua? apalagi seri SP300 ini sudah diskontinue digantikan dengan yang lebih baik lagi


Bridgestone kandidatnya adalah T005 yang merupakan seri Turanza terbaru pengganti AR20 yang memang terkenal dengan comfort series. Sedangkan Dunlop saya pilih LM704 yang juga seri comfort dan opini dari beberapa tukang jual ban LM704 ini merupakan Turanzanya dari Dunlop.
Perbandingan kedua ban ini via www.tyrereviews.co.uk bisa dilihat dari gambar dibawah





Berikut kriterianya dan siapa yang jadi unggulan:
  • Dry Grip   ==> LM704    skor 89 VS 87 T005
  • Wet Grip   ==> T005       skor 87 VS 83 LM704
  • Feedback   ==> LM704   skor 87 VS 86 T005
  • Handling   ==> LM704    skor 86 VS 85 T005
  • Wear         ==> T005        skor 81 VS 77 LM704
  • Comfort    ==> LM704    skor 90 VS 85 T005
  • Buy again ==> LM704     skor 90 VS 79 T005

Dari skor lebih banyak unggul LM704 hanya kalah di wet grip serta wear (keausan) saja, meski kalau lihat komen-komen pemakai di tyrereviews tersebut banyak yang lebih puas dengan T005 dibanding dengan LM704 tapi saya berasumsi kalau para pemakai adalah dari benua Eropa yang suhunya lebih dingin sehingga bisa jadi ban belum mencapai suhu ideal nya karena kedua ban ini termasuk kedalam tipe summer type. Apalgi jalanan di luar sana lebih bertipikal ke high speed semua wajar saja ban sering pada kedodoran.


Faktor yang tidak kalah pentingnya adalah harga, Dunlop LM704 dengan size 195/65-15 harga termurah yang saya dapatkan adalah Rp. 591,000 sudah include Nitrogen dan balancing sedangkan Bridgestone T005 dengan size yang sama paling murah Rp. 900,000 include Nitrogen dan balancing. Selisih Rp. 300,000 tapi kalau lihat lagi ke skor tidak signifikan selisihnya. Lagipula Silvi saya banyak jalan di dalam kota antar jemput anak sekolah dan sekali-kali lewat tol JOR aja ke rumah ortu, sedangkan high speed di luar kota pun jarang-jarang. Lagipula mau ganti yang mahal kalau sudah 2 tahun juga karetnya getas juga.



Akhirnya jadilah Dunlop LM704 dengan size 195/65-15 terpasang di bagian belakang Silvi dan ban depan dapet rotasi ban belakang yang pakai SP300 dengan size 185/65-15. Sementara reviewnya setelah jalan sekitar 100 km ban belakang lebih senyap dan empuk. Kesenyapan terdengar jelas ketika lewat jalan beton tidak berisik berdengung seperti pakai SP300. Coba di high speed turn ketika masuk tol JOR dari arah Ciledug juga bantingannya masih sama seperti SP300 dengan size 185/65 tidak banyak ngebuang bagian buritan mobil. Dari segi tampilan terlihat lebih besar baik itu dari samping atau dari belakang mobil ya kelihatan lebih gagah sedikit lah

Lapor pak RT dulu udah ganti ban:)

Long millage review akan saya tulis lagi di blog ini nanti ya, semoga bermanfaat......