Friday, October 20, 2017

Review Bridgestone Battlax S21

S21...... setelah beberapa bulan di PHP in sama ini ban akhirnya datang dan nemplok juga ke si biru. Sangkin kelamaan nunggu ban depan PR4 keburu botak jadi saya ganti sementara dengan pilot street non radial yang artikelnya ada disini. Saat artikel ini ditulis, ban sudah menempuh perjalanan sejauh 2,000 km ++ mostly commuter rumah - kantor dan sudah melalui segala kondisi mulai dari panas terik, kering, basah gerimis, basah hujan sampai hujan badai. Seperti apa kira-kira performance dan feel dari ban premium dari Bridgestone Battlax ini? cekidot bros......
*psst.... Review PR4 ada disini ya




Melihat ban ini sebenarnya bentuk kembangan tidak jauh berbeda dengan pendahulunya S20 dan S20 evo hanya ada plus kembangan tipis razor sharp katana motif untuk ban depan dan ban belakang. kalau dibandingkan dengan PR4 jelas terlihat S21 ini jauh lebih sedikit kembangannya tidak seperti PR4 yang ban basah banyak kembangannya. Ban yang saya pasang di si biru mulai dari T30 - PR4 - S21 selalu 120/70 R17 dan 180/55 R-17.

Courtesy of Bridgestone 


Ban S21 ini merupakan multi compound dengan 3LC (3 layer compund) di bagian depan (soft -medium-soft) dan 5 LC dibagian belakang (soft-medium-hard-medium-soft) dimana bagian tengah selalu mempunyai kompon lebih keras. S21 di klaim mempunyai 30% life time yang lebih panjang menurut saya ini karena kompon hardnya untuk ban bagian tengah belakang. Feel langsung terasa dimana ban belakang lebih kurang mengigit aspal ketika di rem pada posisi tegak lurus jika dibandingan dengan PR4 maupun T30. Bagian soft diperlukan ketika melakukan high angle cornering sedangkan bagian medium diperlukan ketika keluar dari tikungan sambil tarik gas dalam (diperlukan perpaduan antara millage dan grip). Yang cukup menarik dari ban ini adalah perbedaan lapisan komponnya yang kadang terlihat dengan jelas seperti foto dibawah ini.
from left to right: hard -medium - soft




Courtesy of Bridgestone 




Performance

Saya pikir ketika pertama pasang dan jalan ban akan mengalami masa-masa inreyen yang sangat licin ketika dulu pakai Battlax T30. Ternyata tidak demikian, memang ban masih ada gejala licin tapi tidak selicin ketika pakai T30, setelah diatas 100 km berjalan barulah performa ban keluar semua tapi jangan lupa bagian samping juga masih ada lapisan lilin jadi kalau cornering harus bertahap miring-miringnya.


S21 ini di claim bagian crown sectionnya di reduce untuk memperbanyak bidang kontak dengan aspal. Hal ini proven juga karena dengan riding style dan kemiringan motor yang sama ketika pakai PR4 maka chicken strip nya masih selalu nyisa alhasil harus lebih miring lagi kalau mau habis. Bagian depan gimana? karakter ban depan Bridgestone adalah ban profilnya tinggi ke atas jadi chicken strip ban depan lebih banyak (sama ketika di T30) kalau dibandingkan dengan PR4 yang bisa sisa sedikit saja.

Courtesy of Bridgestone 


Pada awal-awal pemakaian bagian soft compund belakang cenderung seperti mengelupas tapi ini hanya lapisan luar saja setelah itu tidak ada lagi compound mengelupasnya. Padahal ban ini tidak pernah turun ke sirkuit yang lebih abrasif aspalnya.

Bagian tepi soft yang "mengelupas" pada awal pemakaian



S21 VS PR4 Performance
Dibawah ini adalah perbedaan performance antara kedua ban tersebut:
  • Pengereman ban depan dry road ==> S21 ini saya rasa lebih pakem pengereman bagian depannya, lebih sering berasa dive bagian haluan motor.
Depan kanan

  • Pengereman ban depan wet road ==> masih berimbang diantara keduanya
Depan kiri

  • Pengereman ban belakang dry road and wet road==> masih lebih pakem PR4 dikarenakan bagian tengah S21 hard compund yang lifetimenya lebih panjang 30% dibanding pendahulunya 

  • Feed back cornering & cornering grip ==> sedikit lebih unggul S21 motor lebih mudah ditekuk. Plus PR4 di akhir life time sudah mulai suka sliding sedikit bagian belakang

  • Aquaplanning ==> meski S21 alur kembangan lebih sedikit tapi grip di jalan basah patut saya acungi jempol. Meski begitu aquaplan tetap saya rasakan sedikit dibagian ban belakang meski tidak seheboh di T30 yang bikin deg deg ser.

  • Light offroad and gravel track ==> belum sempat tes di S21 nanti akan di update lagi kalau lewat tipe jalan tersebut

  • Millage ==> cannot talk too much karena baru jalan 2,000an km dan belum terlalu banyak tanda keausan kecuali kembangan tipis motif katana yang sudah habis mulai dari bagian tengah ban


Kiri belakang

  • Crossing road marking atau marka jalan ==> S21 di marka jalan yang berwarna putih seperti zebra cross dan pembatas jalan tidak terasa licin kalau jalan basah (tapi ini harus tetap dihindari untuk dilindas). Tapi di marka jalan yang ber cat merah seperti foto dibawah ini sangat-sangat licin baik di jalan kering maupun jalan basah. Pada marka merah ini S21 kebangetan licin nya kalau jalan lurus saja bisa slide apalagi ketika sedikit miring lebih parah lagi slidenya tidak seperti PR4 yang slide sedikit saja. 
Marka merah yang melintang ini yang super licin

  • Others ==> S21 kelihatannya lebih tahan terhadap sharp rock terlihat permukaan yang relatif lebih mulus dibanding PR4 yang lebih mudah bocel-bocel ditengahnya tapi ini akan saya update lagi nanti ketika ban sudah mulai berumur, sementara itu yang kelihatan hurt cuma di bagian soft compound ban belakang.  Selain itu ketika hujan pasir tidak terlalu banyak naik ke atas tidak seperti ketika pakai PR4
Kanan belakang ada hurt dibagian soft compound di beberapa tempat


Verdict
Dengan harga yang mirip-mirip dengan PR4, Power 3, Pilot Road Radial tentunya S21 ini patut diperhitungkan sebagai alternatif pilihan ban pada tunggangan kesayangan. Apalagi kalau mengincar performance baik itu cornering atau main "kasar" performance S21 ini bisa diacungi jempol karena ada hard sampai soft lengkap di ban belakang. Main kasar aja mantap apalagi mau main lembut dan santai seperti touring?


Semoga membantu