Wednesday, April 4, 2018

Review Ban Zeneos ZN62RS - ER6

Zeneos.... ban produksi PT. Gajah Tunggal ini jadi pilihan di ER6F alias si biru alias Ninja650 saya karena mau saya jual. Iya dijual jadi saya lepas velg 6" plus ban 180 dan memasang kembali velg standar size 4.5". Saya mulai browsing-browsing ban apa yang murah dan cukup mupuni untuk ban belakang size 160/60 di ER6 dan akhirnya pilihan jatuh kepada Zeneos ZN62RS, selain karena harganya yang murah yaitu 500 ribu rupiah saja (include ongkir dari toko***ia) alurnya juga mirip dengan S21 yang masih terpasang di ban depan si biru. 
**** review S21 bisa dilihat disini ya bros




Nah, saya baru coba ban ini sejauh kurang lebih 250 km saja di track kering, hujan gerimis, maupun hujan deras. Kenapa gak lebih panjang lagi coba dan tulis review? itu karena motornya udah keburu terjual gan, hehehe
Hasil diet ketat


Visually ban belakang dari ZN62RS ini banyak memiliki kemiripan dengan S21 rear dari Battlax, sama-sama minim kembangan tapi Zeneos kembangan tengahnya lebih memanjang dibanding S21.

Courtesy of Bridgestone

Sulit mencari detail dari compound yang digunakan di ZN62RS ini tapi kalau coba di tusuk dengan kuku berasa kalau compoundnya soft semua tidak ada perbedaan layer, malah menurut saya lebih lunak dari S21. Pattern untuk ban depan maupun ban belakang pun oleh Zeneos tidak dibedakan alias sama saja arah rotasinya untuk ban depan atau ban belakang, tidak seperti Michelin City Grip Pro yang dibedakan arah rotasinya untuk ban depan atau belakang. *** review city grip pro bisa diintip disini


Kalau dilihat mata dan dipegang tangan untuk ban belakang di ER6 terlihat ban ini cenderung flat di tengah tidak rounded (maaf mungkin di foto saya ini tidak begitu kelihatan) tapi flatnya ini tidak berpengaruh di handling kok
Flat on the center


Saya sedikit penasaran dengan kenapa harga ban Zeneos ini lebih murah dibanding premium tires seperti Battlax, Michelin, Pirelli, atau Metzeller kurang lebih sebagai berikut:
  • Nylon belted terlihat dari cetakan tulisan di sidewall menandakan bahwa konstruksi ban menggunakan nylon belt bukan steel belt. 
  • Bias tire, ini masih kemungkinan ya karena biaya produksi bias tire lebih murah dibanding radial. Please CMIIW siapa tau ada yang bisa liatin tulisan di side wall bilang bias atau radial. Difference between bias and radial disini
  • Made in Indonesia dengan local content yang tinggi apalagi kita salah satu penghasil karet dunia.
  • Biaya riset yang rendah dan tidak se sophisticated research seperti yang dilakukan produsen ban ternama.




Performance
First day dibawa commuting ke kantor ban langsung terasa grip aslinya tidak ada inreyen dan licin karena lapisan lilin, ini cukup menyenangkan juga karena tidak perlu was-was licin terutama ketika cornering yang bisa langsung diajak rebah (keep safe ya bos). Begitu juga dengan keempukan ban nya ketika melewati jalan keriting juga sama saja dengan S21.
Selama 250 km atau seminggu riding motor tetap saya bawa kasar seperti ketika pakai S21 di ban belakang so inilah hasilnya:



ZN62RS VS S21
  • Pengereman dry road and wet road ==> most likely sama pakemnya dengan S21 termasuk karakter slidenya ketika blocking rem belakang

  • Feed back cornering & cornering grip ==> feels like S21 hampir gak ada bedanya, seriously? sure bro.... saya tidak pernah mengalami sliding ketika cornering, cekidot chicken strip dengan velg standar dan ban 160/60 sudah hampir habis sisa sedikit saja. Konon dengan velg 6" dan ban 180 akan lebih mudah menghabiskan chicken stripnya dibanding ban serta velg standar. 

  • Grip akselerasi ==> baik di jalan basah atau kering ketika akselerasi mendadak dan kasar tidak pernah slide

  • Aquaplanning ==> ini salah satu keunggulan ZN62RS dengan kembangan tengah lebih panjang dibanding S21 yaitu efek aquaplan bisa dihilangkan, saya malah tidak pernah slide dengan ZN62RS ini dibanding pakai S21 di belakang yang sering slide

  • Millage ==> sepertinya jarak 250 km belum ada keausan berarti kecuali rambut-rambut ban yang sudah pada hilang

  • Crossing road marking atau marka jalan ==> ZN62RS and S21 kalau crossing di marka jalan warna putih tidak berasa licin ketika jalanan basah. Tapi di marka jalan yang bewarna merah ZN62RS ini suka selip meski tidak seheboh S21 selipnya. Keep safe bro....

Marka merah yang melintang ini yang super licin
  • Others ==> so far karet ban ZN62RS tahan terhadap bocel-bocel dari sharp object mungkin karena karetnya lebih lentur. 

Banyak yang bilang di forum mengeluhkan ban ini kalau jalan pelan geal geol atau tidak enak ketika menginjak marka jalan putih. tapi kok saya belum ngalamin ya? so far baik-baik saja baik itu slow speed maupun high speed.
Ada juga yang memberikan testimoni kalau di sentul setelah ban panas maka feedback nya akan buruk sekali, so far saya pakai commuting pp tiap hari sekitar 50 km masih ok saja karena tidak ekstrim bawaannya kali ya.

Sayang ban ini paling besar hanya di size 160 saja jadi teman-teman yang pakai tapak lebar 6" tidak bisa pakai ban ini sebagai pilihan


Verdict
Dengan harga yang relatif murah, ban ini bisa dijadikan alternatif pilihan untuk moge terutama ban belakang. Kenapa hanya ban belakang? seandainya ban belakang slide maka slide di ban belakang lebih forgiven dibanding ban depan. Untuk ban depan baiknya pakailah yang lebih bisa grip lagi demi keamanan, slip di ban depan bisa jadi berujung crash.
Perlu diingat, review ini hanya dilakukan di kilometer awal saja cannot talk to much karakter ban ini setelah millage tinggi maupun setelah berumur yang biasanya akan mengubah karakter ban.

semoga berguna.....