Friday, November 17, 2017

Review Arrow Exhaust - ER6

Arrow..... Setelah sering near miss dengan pemakai jalan lain yang sudah tidak mempan lagi di klakson pakai klakson keong, saya berencana ganti knalpot racing. Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan teman-teman yang sudah ganti knalpot racing, knalpot Arrow dan Akrapovic inilah yang suaranya paling lembut. Kenapa cari yang paling lembut? karena gak enak sama tetangga di komplek bro.

Alhamdulillah dapet rejeki dan teman ada yang jual knalpot full system arrow seri race tech, dapetnya murah karena ada damage di tip karena teman saya itu crash. But overall its ok masih bisa diperbaiki atau di tutup pakai stiker motif carbon.

FYI, seumur hidup saya baru sekarang ini ganti knalpot racing dan itu juga setelah ER6 saya ini sudah jalan sejauh 31,000 km. Saat ini knalpot FS ini sudah terpasang selama 1,000 km dan sudah dapat feelnya dipakai harian serta touring. Langsung saja, cekidot dibawah ini reviewnya....




Perbedaan lainnya bisa dilihat di tabel dibawah ini yang sumbernya dari manufacturer Arrow Italy.
Power dari 67 HP increase ke 68.5 HP di 8,700 RPM
Torsi dari 58.45 Nm increase ke 59.04 Nm di 7,000 RPM
Berat dari 8 Kg turun ke 4.27 Kg, kebetulan ketika bongkar knalpot sendiri di rumah berasa sekali selisih beratnya. Bisa diperhitungkan menambah power to weight ratio, hehehe
Noise level dari 83 dB naik ke 85 dB di 4,250 RPM (kalau di RPM tinggi tentunya lebih tinggi lagi noisenya)


Another feel ketika berkendara:

  • Jelas suara lebih berisik dan terdengar. Saya suka dengan suara bass nya terutama ketika meletup waktu main gas tipis-tipis. Suara ketika motor digeber statis bisa didengar disini. Ketika statis saja atau RPM rendah masih terasa kalem tapi kalau RPM tinggi baru deh keluar berisik nya.
Lengser sudah silent killer

  • Terasa trottle gas jadi tambah enteng dan jadi lebih responsif

  • Mesin terasa lebih relaks ketika betot gas. Setelah ganti knalpot berasa kencang di 120 kpj kalau pakai standar berasa kencang di 100 kpj

  • Mobil dan motor lebih aware dengan kehadiran motor ini karena suaranya berisik dan mostly pada ngasih jalan, sangat berasa waktu saya solo touring ke Bandung udah pada minggir sendiri bisa dilihat di video youtube ini dan ini

  • Fuel consumption mostly hampir sama ketika pakai knalpot standar masih di kisaran 1 : 18 sampai 19 untuk dalam kota (hitung manual). Kalaupun iya sepertinya lebih boros sedikit saja karena jadi lebih sering betot gas

  • Kenaikan torsi menurut saya paling terasa kalau naik motor dengan betot-betotan gas badan terasa terlempar-lempar

  • Ikut menaikkan kegantengan motor, apalagi motif carbon fiber yang bikin terlihat mahal. hehehe

  • Karena saya belum setting CO ratio di bengkel jadi masih suka nembak-nembak lumayan parah terutama ketika lepas gas atau gantung gas dari RPM tinggi

  • Kelihatannya bakal lebih repot ketika ganti filter oli karena leher knalpot bagian depannya filter oli jaraknya lebih mendekat ke filter oli tidak seperti di knalpot standarnya yang lumayan jauh dan kunci filter oli masih lumayan leluasa masuk.


Semoga berguna......
*** artikel perbandingan dengan knalpot akrapovic ada disini