Wednesday, May 13, 2015

Touring To Kuningan Cirebon 9 - 10 May 15

Kuningan……. Salah satu kota 40 km di sebelah selatan Cirebon Jawa Barat menjadi destinasi touring dengan VICO riders pada 9 – 10 May 2015. Total ada 13 rider dengan meggunakan 11 motor. Teman perjalanan kali ini adalah si Biru, 1 ER6N, 1 HD road king, 1 R25, 2 scorpio, 2 Vixion, 1 CB150, 1 matic dan 1 bebek. Tikum seperti biasa pukul 06.30 di McD kalimalang kebetulan si biru datang pertama, sempat ada insiden plat nomor mau copot jadi si biru berhenti dibelakang rombongan polisi yang pada nilang motor ketika baru masuk kalimalang.  Karena gelap si Biru menepi di warung malah disamperin pak Polisi, kayanya iseng mau lihat-lihat kelengkapan motor sambil Tanya-tanya mau kemana sama siapa. Eh malah lebih banyak ngobrol mengenai action cam yang saya pasang di helm malah, kayanya pak polisi nya penasaran banget. Akhirnya pak polisi pergi karena ada premotor yang kena tilang dan saya melaju lagi dengan si biru ke McD.



Day 1
Seperti biasa satu rider vixion memang doyan nya telat jadi terpaksa rombongan jalan jam 7.00. Melintasi kali malang lanjut sampai ke pantura – kerawang bypass and stop di pom bensin kosambi buat menunggu 1 rider scorpio yang rumahnya di kerawang. So far jalanan pantura mulus dan lancar tidak ada macet kecuali macet pasar sebelum masuk Cirebon, serta banyak razia polisi and dishub tapi bukan masalah karena rombongan kami tidak pernah di stop. Sebelum masuk Cirebon sempat motor vixion yang berboncengan holder rem tromol belakang lepas sehingga system rem tromol fail, untung tidak sampai terjungkal motornya jadi sempat tertunda untuk cari bengkel spare part sekalian break lunch.


Nunggu kawan sambil lihat tukang batu motong akik



jurus angkat kaki ke frame slider




Setelah break lunch saya siapkan GPS via Gmap di HP motorolla defy saya, lumayan juga ini HP kecil murah sudah anti air dan anti debu. Saya jauh lebih prefer pakai HP dibanding pakai GPS karena pakai HP kita bisa search location segala macam termasuk lihat traffic tidak seperti GPS yang plain map saja dan location yang tidak banyak. Dengan panduan GPS rupanya kami diarahkan via jalan kecil tidak melewati main road, cukup menyenangkan juga pemandangannya dan rombongan kami jadi tontonan penduduk yang sedang nongkrong. Alhamdulillah setelah sempat nyasar kami sampai juga di museum perjanjian Linggarjati sekitar pukul 14.30 cukup cepat juga dengan istirahat perjalanan makan waktu 6.5 jam, tapi dengan catatan berjalan max di 90 kpj karena ada bebek dan matic yang ikut kasihan kalau lebih kencang lagi.






Hormat Grak.....



Setelah puas foto-foto dan menikmati museum kami meluncur ke hotel dan sempat nyasar juga, lesson learnt sepertinya Gmap tidak terlalu reliable buat di kota kecil buat location-location hotel or point of interest, hahaha. Jam 16.00 touch down di hotel Sangkan Indah dan hotel ini ada kolam air panasnya dan kolam renang, jadilah kami berendam ramai-ramai sambil ngobrol. Wah nikmat betul……




Pukul 19.00 kami keluar cari dinner ternyata kota Kuningan masih sekitar 9 km lagi dari tempat kami menginap, pantas saja dari tadi saya mikir ini kota kok kecil amat dan sepi. Lumayan ramai juga kotanya pada saat malam minggu terutama di daerah alun-alun. Berhubung gak menemukan restoran dengan makanan khas akhirnya makan di resto ayam kremes juga, keluar dinner ini diputuskan mengurangi jumlah motor dengan pada berboncengan supaya mempermudah fleksibilitas dan tidak terlalu mengganggu lalu lintas lainnya.



Ketika pulang mampir ke toko oleh-oleh saya penasaran dengan yang dijual di ember hitam ternyata jual tape ketan yang manis, tapi saya beli yang dalam kemasan plastic saja gak mungkin bawa naik motor ember gede gini. Hahaha banyak juga yang beli oleh-oleh buat dikasih ke istri dan keluarga supaya dapat ijin touring lagi

Riders shopping






Day 2
Pagi-pagi beberapa rider mulai aktivitas dengan berendam dulu, karena kolam malam hari dikuras dan pagi diisi air panas baru, setelah breakfast jam 7.00 rombongan kembali melindas aspal. Perjalanan pulang kali ini diputuskan tidak via pantura tapi via jalur tengah yaitu Majalengka – Cikamurang – Subang – Sadang – kerawang – kali malang dengan jarak yang sama tapi estimasi di gmap selisih 1 jam lebih lama, gak apa demi lihat pemandangan yang saya yakin lebih menarik dibanding pantura yang lurus-lurus saja jalannya.




Via gps gmap diarahkan lagi ke jalan kecil sampai masuk ke majalengka dan memang benar pemandangan nya indah jalanan pun lumayan mulus mungkin sekitar 30% total dari perjalanan pulang yang ketemu jalan jelek yang masih tolerable. Di jalur tengah ini pun sudah terlihat beberapa pintu tol cikampek – palimanan Cirebon yang sudah siap dioperasikan ketika lebaran. Cikamurang punya trek menantang juga naik turun bukit dan jalan lurus jadi bisa pacu kecepatan tinggi dan merasakan motor terbang. Hahah saying ada sambungan jembatan bolong jadi cukup bikin sakit pantat. Tikungan-tikungan juga bisa dinikmati dengan high speed sempat 1 rider R25 bablas masuk gravel untung tidak terjatuh, cukup bikin saya senyum-senyum lihat teman kebablasan.

Cikamurang Road
Satu rider vixion rupanya sakit jadi terpaksa digantikan dengan rider yang berboncengan, ada gunanya juga saya selalu mengingatkan untuk selalu ada pembonceng ikutan sebagai rider serep. Mejelang masuk ke Sadang ada accident, ada mobil yang arogan tidak mau disalip rombongan.  Ketika sisa 4 motor yang paling belakang mobil ini menyalip officer rombongan dan menabrak nenek-nenek yang menyebrang jalan. Innalillahi wa innalillahi rojiun, sepertinya nenek ini meninggal di tempat menurut pengakuan rider yang ada di belakang dan supir yang shock diamankan warga, saya dan beberapa kawan lain menunggu didepan dan mendapatkan ceritanya saja. Semoga amal ibadah nenek diterima Nya dan keluarganya diberikan ketabahan. Memang jalan raya bukan tempatnya untuk arogan, meski kami rombongan menyalip dengan sopan tetap saja ada beberapa pengemudi yang arogan dan tidak mengerti. Padahal rombongan kami jalan lebih cepat dari kendaraan roda 4 ke atas.


Menunggu Kawan



Masuk cikampek saya membawa rombongan ke sate Maranggi untuk lunch dan ternyata penuh sekali seperti pasar akhirnya diputuskan keluar dan kami makan di restoran alam sari di bukit indah kota indurstri. Mulai masuk cikarang mulai sudah kemacetan melanda terus masuk sampai ke kalimalang. Ketika di kalimalang menjelang masuk ke jalan bypass ketika sedang antri macet tiba-tiba si biru di tubruk sama ninja 250 dari belakang yang juga sedang antri macet, ninja 250 putih itu jatuh terkapar untung saja si biru tetap berdiri tegap. Hanya plat nomor lepas meski breket plastiknya gak lepas serta side bag kanan saya sobek, untung saja pakaian tidak berhamburan di jalan. Setelah urusan sebentar kembali jalan dan pisah dengan rombongan, rupanya ridernya masih SMA kelihatannya belum matang dan masih kurang experience nya. Jam 17.00 alhamdulillah sampai kembali di rumah setelah kena macet juga dari kalimalang sampai ke bintaro


Suwek dedel duel




Thanks riders, sampai ketemu lagi pada touring selanjutnya setelah lebaran