Monday, July 2, 2018

Review Accent Wire dan Cyclone - Aerox 155

Racun..... kali ini yang mau di coba adalah racun untuk akselerasi yaitu accent wire atau dikenal kabel setan dan  intake cyclone. Pertama yang saya pasang adalah accent wire kebetulan karena penasaran serta sangat happening saya pilih tipe yang performance series bukan yang reguler. Kemudian cyclone yang saya pilih adalah ITC trump cyclone mark III yang warna kuning.




Accent wire pemasangan sangat mudah bisa dipasang sendiri yaitu dengan mencabut kabel input coil  (yang berasal dari ECU) sambungkan accent wire dan sambungkan accent wire ke input coil, sangat simple dan mudah tidak perlu potong-potong kabel. Jangan lupa karet cover coil nya dipasang kembali.



Hasilnya????
banyak yang claim bahkan uji dyno HP motornya naik sampai hampir 2 HP, cukup fantastis bukan? kalau saya sih gak penting dyno-dyno an tapi dirasakan feel before afternya aja.
Akselerasi dirasakan nampol di RPM menengah ke atas dan hal ini juga di amini oleh rekan saya pemakai aerox standar, dia merasakan RPM atasnya galak betul beda tidak seperti aerox yang masih standar. 
Akselerasi bawah biasa-biasa saja masih terasa sama seperti aerox standar, tapi untuk speed riding ini enak betul lo gan tinggal panteng RPM diatas 4,000 buat cornering and speeding enak aja karena naiknya gampang apalagi buat keluar dari tikungan.
Kabel ini di claim menstabilkan listrik yang masuk ke coil sehingga performa coil lebih maksimal.




Racun kedua yang saya pasang setelah kurang lebih 120 km setelah pemasangan accent wire adalah cyclone atau lebih detailnya ITC tromp cyclone yang dipasang pada corong intake udara didalam box filter udara setelah filter udara. Pilihan jatuh pada yang mark III stainless warna kuning serta stainless jadi pilihan untuk mendinginkan udara yang masuk ke mesin supaya lebih padat ditambah dengan masuk ke throttle body lebih turbulen. Selain menimbulkan efek cyclone bentuk yang seperti corong juga membuat udara yang masuk lebih cepat dan mudah ke arah throttle body.

credit www.aradea59.com

Hasilnya???
kali ini giliran akselerasi di RPM bawah yang mendapatkan perbaikan lebih cepat naiknya plus torsi berasa lebih padat terisi sehingga mulai keluar jambakan setan nya. Agak berbeda efeknya dengan yang saya pasang di mobil yaitu throttle body spacer merek Raser yang mengisi padat di RPM atas malah, reviewnya ada disini.



Tinggal satu lagi yang belum diupgrade yaitu filter udara ferrox. Ini menurut saya juga akan terasa signifikan karena beat pop istri saya pakai ferrox saja sudah dirasa teman saya cukup fantastis tarikannya dan top speednya tanpa adanya kabel setan dan cyclone. Penggantian filter udara standar dengan ferrox saya harapkan bisa menaikkan top speed aerox saya karena sekarang baru sanggup lari maksimum di 110 Kpj saja sudah habis gasnya

Konsumsi bensin untuk commuter saya belum test lebih jauh tapi pasti akan lebih boros karena enak bener larinya aerox. Menurut saya masih di atas 1:30 sebelumnya dikisaran 1:36 untuk commuting, jauh lebih irit dari si biru N650 yang cuma 1:18.
Update Hasil test 2 minggu commuting didapat average 1:35 - 37, dengan metode eco riding rpm maks di 7,000 top speed sekitar 90 kpj dan ketika jalan rpm dibuat se stabil mungkin. Kalau ketemu moge atau temen tarik-tarikan langsung drop ke 1:31.
So iritnya masih dapet seperti standar tapi ketika butuh tenaga juga dapet



semoga berguna....