Friday, December 22, 2017

Review TBS Raser

Raser.... adalah jenis racun yang sudah saya dengar sejak tahun lalu. Raser merupakan throttle body spacer (TBS) yang merupakan sebuah alat yang berbentuk sedemikian rupa dan ditempatkan setelah throttle body kendaraan. Harapannya adalah udara yang masuk ke dalam ruang bakar menjadi lebih padat dan turbulen. Sebelumnya si silvi ini sudah saya racuni dengan pasang Ferrox air filter, broquet, dan Nitro OBD II



Kebetulan saya pilih yang black edition dengan ulir udara bagian dalam yang lebih panjang, didalam paket juga sudah disertakan baut yang lebih panjang, 2 buah packing, serta instruksi pemasangan. Modal untuk memasang alat ini hanya keinginan yang kuat, obeng untuk buka breket dan kunci shock nomor 8.





Terlebih dahulu buka breket pengencang antara pipa karet udara dari filter ke TBS, sekalian juga pipa karet lubang penguapan oli yang masuk ke pipa karet udara juga dicopot supaya mudah geser-geser pipa karet udara tersebut. Setelah itu lanjut buka 4 buah baut pemegang throttle body ke header, kemudian dilanjut pasang TBS raser ke throttle body beserta 2 packing di depan dan dibelakang. bagian ulir yang lebih panjang masuk ke dalam header jangan sampai kebalik. Setelah itu rasakan bedanya......





Didalam kota memang berasa tarikan RPM bawah lebih responsif tapi konsumsi bensin masih sama saja dikisaran 1 : 9.8 sampai 10.4 belum naik lagi angkanya berdasarkan MID yang ada di dashboard. Ketika saya test touring ke luar kota dengan jalur Purwakarta - Wanayasa - Purwakarta - Cikalong Wetan - Waduk Cirata - Cianjur - Puncak - JORR dengan total jarak 400 km memang terasa selain tarikan di RPM bawah lebih responsif ketika jalan menanjak pun tenaga mesin lebih keluar di RPM bawah tidak harus ngoyo di RPM atas atau paksa masuk L maupun sport mode, berbeda dengan touring saya sebelumnya ke Lampung dimana saya harus sering masuk ke L dan pakai sport mode untuk mengail traksi. Hal ini juga di amini istri saya yang jarang mendengar RPM meraung-raung ketika tanjakan atau menyalip kendaraan didepan.





Konsumsi bensin terbaik yang dicapai mulai dari tol JORR sampai keluar di pintu Jatiluhur Ciganea adalah 1 : 16.9 dengan menggunakan bahan bakar Pertalite (RON 90), penumpang 2 dewasa dan 3 anak-anak plus roofbox speed sesekali ke 140 tapi average di 80 - 120 kpj. Tapi rekor terbaik saya adalah  1 : 18.5 dengan penumpang 5 dewasa dan 3 anak-anak ketika touring ke Anyer, jelas berbeda karena track nya cenderung flat dan tidak macet serta saya injak gasnya pakai kapas alias di jaga smooth terus, bahan bakarnya Premium (RON 88).



Verdict
Bagi yang ingin tarikan mobilnya responsif bisa coba TBS Raser ini karena memang proven, dengan perbaikan gaya mengemudi saya yakin bisa menaikkan lagi angka fuel consumption. Sayang kocek yang harus di rogoh lumayan dalam dengan harga Rp. 2,000,000 untuk TBS raser black edition untuk grand livina. Tapi kalau dipertimbangkan lagi harga segitu untuk alat yang berfungsi seumur hidup kenapa tidak