Wednesday, August 3, 2016

Upgrade Grand Livina part II - Fuel Efficiency

Fuel Efficiency..... selesai upgrade penampilan yang saya tulis artikelnya disini, modif saya lanjutkan ke bagian mesin. Sejak baru silvi selalu dikasih minum RON 92, konsumsi bensinnya or fuel consumption (FC) adalah 1:8.4 non tol (antar jemput anak sekolah dan wira wiri area Bintaro) dan paling mentok 1:10 saja ketika banyak lewat tol. Ini berarti 1 liter bensin hanya untuk 8 km atau 10 km saja, boros ya masa mobil kecil FC nya sama aja kaya Fortuner yang pernah saya pakai dulu disini, mostly yang pake sih istri saya kalau saya yang pakai pasti lebih irit biasanya. Meski kalau dibandingkan dengan teman-teman saya yang lain gaya menyetir saya atau bawa motor termasuk boros ketika di dalam kota.

B30 inline and B8 intank



Broquet jadi pilihan saya untuk meningkatkan fuel efficiency. Sudah proven di Captiva diesel bapak saya, si Biru ER6 saya dan si putih unyu motor istri saya. Broquet apaan sih? nah silahkan googling sendiri banyak penjelasannya. Setelah discuss dengan yang jualan buat silvi direkomendasikan pakai paket B30 inline plus B8 intank, yang B8 masuk didalam tangki bensin dan yang B30 dipasang setelah fuel pump sebelum masuk ke injector harganya sekitar 2 juta rupiah +++. Langsung deh mobil saya isi aja dengan RON 88 bukan 92 lagi, yah kapan lagi bisa dapet cashback pajak ya.... haha


B30 pasang nempel di firewall karena ada dudukan baut kosong disana

OK langsung efeknya setelah pakai gimana sih, feel awal yang dirasakan adalah suara mesin lebih halus berdasarkan feeling saya dan ini di amini oleh anak saya yang besar yang tiap hari wira wiri naik mobil ini. Ketika liburan anak sekolah kemarin saya berkesempatan bawa mobil ke kantor meski ini salah satu alternatif transportasi yang kurang saya senangi. Jalur yang dilewati adalah JOR BSD - Antasari - Wijaya - Tendean - Gatsu, sedangkan pulang lewat tol dalam kota - tol Kebon Jeruk - Karang Tengah - Alam Sutra - BSD menggunakan RON 88 didapatkan FC 1 : 15 dan ini hanya 3 hari saja bawa mobil pulang pergi dari senin sampai rabu. Mungkin bisa naik lagi FC nya cuma lambat saja tidak drastis seperti hari pertama dan kedua. Saya berangkat kantor jam 05.00 dan pulang jam 16.00 dari kantor dan trafficnya ramai lancar. Speed pagi diatas 80 sempat 120 kpj and sering maintain di 100 kpj ketika di tol jor, speed sore ya pas kosong maintain di 100 kpj



 Nah gimana dengan touring jarak jauh? tempo hari sempat saya test ke Anyer yang artikelnya disini dengan full load 5 penumpang dewasa dan 3 anak balita beserta barang-barang masuk tol Merak dari Tangerang dan kelaur di Cilegon Timur sampai hotel didapatkan fuel consumption 1:18.5 sayang saya gak foto, trafficnya ramai lancar saja tidak ketemu macet.

Muter-muter sampai pulang lagi ke rumah di BSD didapatkan jarak 300 km dan FC terakhir adalah 1 : 14.8 gak pakai isi bensin dan indikator bensin baru habis 1/2 tangki saja masih bisa bolak balik ke Anyer lagi kalau dipaksain, hehe. Speed ketika berangkat san pulang as usual diatas 80 kpj pas di tol and maintain di 100 kpj sekali-kali ke 120 kpj.

Trip kedua adalah ke bandung muatan kurang lebih 4 dewasa 3 balita dan full barang di belakang. Berangkat ke Bandung dari BSD jumat jam 09.00 jalanan ramai lancar dan macet sekitar 30 menit di pintu tol pasteur. Pakai premium didapatkan 1 : 11 ketika di hotel Aston pasteur nah yg nyupir ini mertua saya jadi kurang tahu style nya gimana waktu bawa mobil. Putar putar Bandung sampai dapat sekitar 290 km isi bensin lagi masuk 29 liter jadi dapet 1 : 10 ini termasuk ke lembang 2 kali dengan load sama.

Ketika pulang hari Minggu jam 11 masuk pintu tol Pasteur saya tancap hi speed terus sehingga jam 12 sudah masuk ke tol cikampek average speed 100 kpj. Style mengemudi beda tidak seperti waktu ke Anyer yang nekan gas nya seperti pakai kapas, ke Bandung ini bener habis dan di kick down terus dan hajar high speed sampai ke 140 - 150 kpj. Dari tol cikampek jalanan mulai padat masuk jorr lebih macet lagi intip FC ketika sampai rumah dapat 1 : 15.

Hampir tidak kelihatan kalau tidak diperhatikan
Ok liburan usai dan saatnya istri saya beraktifitas antar jemput anak sekolah dan wira wiri ke pasar segala macam, saya intip lagi di MID dapat FC 1 : 9.6 km sudah ada kenaikan dari yang hanya 1 : 8.4 saja, jangan lupa lo ini antara RON 88 (1 : 9.6) VS RON 92 (1 : 8.4).

Another tour jarak jauh ke Lampung dengan load 4 dewasa dan 3 anak-anak serta barang ketika berangkat geber di tol and jalan Lampung yang naik turun sampai sering masuk ke gear L sampai isi lagi di Bakauheni ketika pulang dapat 1 : 12. Dari Bakauheni sampai pulang ke rumah dapat 1 : 15.

Tarikan mobil segala macem gimana rasanya dengan RON 88 plus Broquet? jujur saja hampir sama seperti pakai RON 92 kadang kalau dapat RON 88 jelek atau premium yang jelek agak lemot.

Hitungan MID di dashboard mobil apakah tepat? saya sudah bandingkan antara pengisian kemudian hitung manual baik itu di Total, Shell, atau Pertamina. Calculation antar MID and hitung manual sangat mendekati terutama ketika isi di Total atau Shell, kalau di Pertamina ada beberapa SPBU yang hitungan manual terlihat lebih boros tapi ada juga yang tepat seperti MID.

Penyakit GL yang suka ngelitik apalagi pakai RON 88 alhamdulillah gak kejadian di silvi yang sementara ini baru pakai broquet saja and part lain di mesin masih standar ting ting.

Komparasi dengan teman yang pakai ANGL or all new grand livina juga. V power (RON 98) di 1 : 10 - 14. Pertamax (RON 92) 1 : 13 - 16 (mostly tol to tol). Pertalite (RON 90) 1 : 10 - 11, sedangkan saya pakai Premium and Broquet dapat di 1 : 9.6 - 18.5 detailnya bisa lihat lagi keatas, tentunya gaya mengemudi beda belum tentu sama juga kaya saya ya

Semoga berguna, artikelnya tidak ada pesan sponsor dari Broquet cuma sekedar review pemakaian saja ya. Next project mau pakai Ferrox air filter, TBS (throttle body spacer) and CAI (Cold Air Intake) supaya tarikan bawah lebih joss, kayanya yang enak Ferrox and TBS dulu ya.

another update ada di artikel sini