Monday, October 17, 2016

Touring to Puncak - Cimory Forest

Puncak..... tiba-tiba terbesit keinginan untuk satmori ke Puncak pada Sabtu lalu, tadinya mau pergi berdua aja sama istri tapi apa daya si mas anak saya yang paling besar merengek mau ikut. Oh well, ya sudah kita ajak aja deh. Mengingat si mas ini belum pernah diajak touring jarak jauh maka sebelumnya kita brief dulu nanti touring bakal apa plus tidak lupa adik-adiknya juga di brief nanti bakal ditinggal dari pagi sampai siang Kalau sekedar riding dibawah 50 km sih udah beberapa kali diajak si mas ini tapi naik mocil matic.




05.30 perjalanan di mulai dari Bintaro, berhubung breket side box lagi di bawa untuk di add on breket top box jadi si biru saya pasangkan side bag 7 gear yang setahun lebih beli belum pernah dipakai. Biar gak sepi dan ramai jadi kami ber tiga pakai bluetooth communicator review ada saya tulis disini, jadi enak bisa tetap ngobrol tanpa harus teriak-teriak.
Dari rumah jalurnya lewat BXC sekalian lihat gedung Panin yang belum roboh juga lanjut ke per empatan duren, mesjid Ciputat, lanjut jalan raya Parung, langsung naik ke Puncak serta finish di Resto Bumi Aki Puncak. Di resto sarapan sambil menikmati hawa dan pemandagan tidak lupa sambil lihat-lihat moge yang berseliweran, nah ini bagian saya dan si mas yang paling excited. hehe




Total perjalanan adalah 2.5 jam karena jalan bertiga dan bawa si mas jadi beberapa kali berhenti dari yang duduk di depan kemudian pindah ke tengah lalu balik lagi ke depan, paling nyaman sepertinya ketika didepan posisinya di tengah malah rewel dan gak enak katanya. Didepan apa gak kena angin? nah itulah kelebihan motor berfairing karena tidak terkena angin sama sekali sudah dihalau oleh windscreen. Duduk didepan si bocah juga tidak duduk di jok sendiri karena posisi saya riding akan terlalu mundur jadinya si mas ini duduk diatas paha saya seperti dipangku saja.

Selesai sarapan di Bumi Aki, lanjut lagi turun ke Mesjid Attawun untuk solat Dhuha dan foto-foto. Dari mesjid turun lagi me Cimory Riverside karena weekend maka sudah satu arah naik tapi untuk motor tidak masalah bisa melipir jalannya dan relatif lancar saja. 




Liburan kemarin bawa mobil sempat mampir kesini tapi tidak singgah ke Forestnya karena hujan, nah berhubung cerah jadi kita mampir ke rain forest. Ternyata bagus dan recommended banget Cimory forestnya bayar Rp. 10,000 per orang dan dapat juga susu kedelai untuk masing - masing orang. Di Forestnya ini selain taman juga banyak binatang antara lain Aligator fish, burung merpati, sapi, beberapa spesies merak, kelinci, dan rusa. Suasana makin adem dan damai ditambah rimbunnya tanaman dan suara air sungai. Kelihatannya masih mau dikembangkan lagi kedepannya mini zoo ini, karena masih ada persiapan lahan ke bagian belakangnya. 














Pukul 11.00 lanjut turun dari Cimory langsung gas kota Bogor dan mulai bermacet ria setelah sebelumnya sempet adem di Tajur karena hujan eh masuk kota Bogor malah kering. Istri mulai kepanasan karena badan rangkap jas hujan dan naik moge, hehehe
Setelah short break dan hidrasi di Sholeh Iskandar Bogor lanjut gas ke Pasar Parung dan belok ambil arah ke BSD dan mulai melambat lagi karena ambil tengah jalan berhubung jalur mobil macet ber kilo-kilo meter sebelum masuk daerah Taman Tekno. Alhamdulillah sampai rumah lagi pukul 14.00

Si mas apakah kapok ikutan touring? eh alhamdulillah enggak lo katanya meski waktu break terakhir di Bogor kelihatan capek banget, hehe tahan banting juga ya dan selama perjalanan gak rewel. Waktu di daerah kebun teh puncak juga saya bawa agak kencang dan cornering masih kalem aja malah kakinya mau ikut di sentuhkan ke aspal. 
Nah si Biru sendiri gimana boncengan ber tiga? tetap mantap dan sip meski sudah ditambah riser shock bikinan lokal (artikel disini), cornering juga tetap mantap buat abisin chicken strip. Hanya saja karena beban bertambah jadi rem berkurang sedikit kemampuannya