Tuesday, April 12, 2016

Cek Alternator - Generator - Spul ER6 series

Spul...... salah satu nama lain dari alternator atau generator yang fungsinya untuk menghasilkan listrik dari putaran mesin. Bahasa fisikanya dari energi kinetik yaitu putaran mesin motor atau mobil diubah menjadi energi listrik. Energi listrik ini nantinya akan disalurkan ke regulator atau kiprok dan oleh regulator akan diarahkan ke accu atau ke sistem kelistrikan kendaraan, kalau di kendaraan bahan bakar bensin ya listrik ini sangat penting untuk detonasi busi. Spul terdiri dari 2 komponen utama yaitu stator yang berupa kumparan kabel kuningan dan rotor bagian berputar mengikuti RPM kendaraan yang mengelilingi stator yang berupa magnet. 

Saat ini saya mau sharing mengenai cara cek kondisi spul kendaraan khususnya ER6 series karena sudah banyak sekali kasus spul pada jebol atau hangus sektiar 3 tahun dari masa perakitan motor baik itu motor yang standar-standar saja tidak ada ubahan apa-apa pada kelistrikan atau yang modif kelistrikannya sudah kronis, termasuk motor saya si biru juga sudah ada beberapa modif kelistrikan ringan tapi spul jebol juga.  




Nah bagaimana sih cara cek spul? langsung cekidot caranya dibawah ini:
1. Gunakan voltmeter yang terpasang pada motor anda seperti yang saya ulas pada artikel sebelumnya disini. Cara ini tergolong paling praktis dan mudah tapi ya perlu invest voltmeter dulu, tapi dengan voltmeter ini juga sekaligus bisa monitor kondisi accu juga lo


2. Cek manual menggunakan multitester or voltmeter teknik. Cara ini agak ribet tapi akan lebih konklusif lagi menentukan bagian yang bermasalah. 

Multitester bisa di colokkan ke kutub positif dan negatif accu kendaraan, ketika kondisi mesin mati maka yang terbaca adalah kondisi accu, diatas 12V bisa dikatakan accu masih bagus dibawah itu siap-siap jajan accu baru lagi. Ketika mesin dihidupkan voltase biasanya drop ke 9.8 V sampai dengan 10V ini wajar karena harusnya akan naik lagi ke 12.5V dan terus beranjak sampai ke 14 - 14.2 V. Patut dicurigai kalau naik hanya maksimum di 12.5 V - 12.8 V seperti yang saya alami dengna si biru beberapa waktu lalu sudah kurangi beban dengan cabut lampu utama tetap maksimum di 13V saja gak seperti biasanya ke 14 V. Bacaan ini idem dengan poin nomor 2 diatas cuma beda alat saja yang baca.

3. Cek manual dari kabel output spul. Kalau memang poin nomor 1 dan 2 kelihatan spul bermasalah bisa di konfirmasi lagi dengan cara cek bacaan voltase dari kabel output spul.
caranya adalah sebagai berikut:
  • Lepaskan penutup plastik berwarna hitam yang ada di sebelah kiri
Spul berada di bak mesin sebelah kiri dan posisinya ada dibawah dari rangkaian motor starter. Output dari spul ini adalah 3 buah kabel dan soketnya biasanya berwarna putih
Kabel output spul
  • Hidupkan mesin motor
  • Colokkan multitester yang sudah di set ke bacaan voltase dengan kabel merah ke salah satu kabel yang ada di soket putih dan kabel negatif ke besi rangka motor or mesin sebagai massa dengan contoh dibawah ini
  • Cek hasil bacaan, kalau normal biasanya terbaca 7 V kemudian pindahkan kabel merah ke kabel lain lagi yang ada di soket putih dan kabel hitam tetap di tempat awal. Apabila spul tidak bermasalah tiga kabel output spul akan terbaca sama nilainya yaitu 7V, tapi kalau bermasalah salah satu kabel bacaannya akan lebih rendah dimana kasus saya sebelumnya hanya terbaca 5 V saat 2 lainnya 7 V. Bila bacaan motor bro bukan 7V tidak perlu kuatir, yang penting itu 3 kabel nilai bacaan sama semua

  • Kalau memang spul bermasalah dan harus ganti siapkan kocek sekitar 1.2 sampai dengan 1.5 juta saja, detailnya bisa lihat disini


Efek dari pengisian spul yang tidak optimal memang tidak bisa langsung dirasakan tapi lama-kelamaan akan membuat drop accu dan regulator or kiprok bisa ikutan rusak karena bekerja keras untuk distribute listrik dari spul. Tidak pernah melakukan pengecekan bisa membuat tiba-tiba motor tidak kuat start atau habis ganti accu yang harganya juga tidak murah cepat koit nya lagi karena kekurangan input strum.

Semoga bermanfaat.......