Friday, November 13, 2020

Turun Mesin Karena Cyclone - Nmax

Turun Mesin...... ketika saya dan teman-teman touring ke Citorek Banten, nasib kurang baik harus dialami oleh Nmax teman saya karena Nmaxnya ketika sampai di puncak gunung Luhur Citorek mati dan tidak mau hidup. Analisa awal memang mesin nya terlihat panas kelihatannya panas dari area CVT karena memang pada etape terakhir tanjakannya cukup sadis dan menyiksa motor Nmax dan Vespa Primavera teman saya. Memang sih kedua teman saya ini bobotnya memang lebih jadi mesin motor masing-masing pasti bekerja lebih extra dibanding si Koneng Aerox saya.



Awal mula kami pikir mesin overheat, jadi mesin kami siram-siram air dan tunggu dingin kemudian cek oli karena bisa jadi olinya habis dan ternyata masih banyak olinya. Motor sempat hidup sebentar kemudian mati lagi. Akhirnya dibawa ke bengkel terdekat sampai tukar accu dan cek dinamo stater juga masih tidak mau semua, kondisi accu dan dinamo stater juga bagus semua. Hanya saja mesin terasa macet ketika diputar lewat crankcase. Mau tidak mau motor akhirnya digendong 100 km dari Citorek sampai ke bengkel langganan.


Oleh bengkel di bongkar semua mesinnya didapatkan oli yang masih banyak, silinder head banyak baret, busi juga kelihatan baik-baik saja dan ada gram bewarna emas. Ternyata root causenya adalah cyclone yang ada di rumah filter udara kepanasan sehingga rusak bentuknya dan salah satu siripnya lepas dari las-lasan. 


Sebelum mogok teman saya sempat merasakan kalau motornya sempat tidak respon gasnya seakan-akan mengunci ternyata ini penyebab utamanya karena sirip cyclone yang terlepas. Bahkan sirip ini ditemukan di silinder head sebelum masuk ke klep. Sedangkan yang membuat mesin macet adalah debris dari las / material cyclone itu sendiri yang rontok.







Analisa akhir adalah CVT yang panas karena bobot dan medan jalan yang sulit, panas dari CVT ini masuk ke area filter udara sehingga membuat panas cyclone sampai seperti meleleh. Karena meleleh maka las-lasan lepas dan sirip cyclone terlepas.



Koneng Aerox nampaknya baik-baik saja karena selain ridernya lebih ringan juga saya pakai veloscope sehingga udara dingin lebih banyak masuk. Meskipun begitu saya yang juga pakai cyclone dengan merek dan tipe yang sama akhirnya saya lepas juga daripada terjadi hal yang tidak diinginkan. Review cyclone bisa dilihat disini dan review dari veloscope ada disini

Cyclone si Koneng


Semoga bermanfaat.......


2 comments:

  1. mungkin bisa di tambah jaring kawat/kasa untuk ujung cyclon nya mas. kaya di veloscope nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul bisa juga cuma agak repot naruh jaring ini

      Delete