Tuesday, May 22, 2018

Panduan Membeli ER6 Bekas

ER6..... tidak bisa dipungkiri kalau ER6 baik itu yang N atau F (dikenal juga dengan Ninja 650) merupakan moge entry level dari Kawasaki yang paling banyak populasinya di Indonesia, by statistic di Indonesia lebih banyak populasinya ER6N dibanding yang F. Populasi yang banyak juga berarti banyak juga dong yang jual bekasnya. Nah di artikel kali ini saya coba rangkum semua penyakit ER6N dan ER6F selama saya pelihara 3.5 tahun dan yang perlu diperhatikan sebelum membeli.




  • Cek surat-surat seperti STNK dan BPKB apakah sesuai semua dengan motor, jangan lupa juga cek pajaknya karena pajak mati dan balik nama akan butuh cost yang tidak sedikit. Balik nama dengan pajak hidup estimasi kasar adalah 3 kali pajak perpanjangan kendaraan (CMIIW)

  • Lihat karakter dari penjual apakah terlihat seperti penipu? hahaha seriously, ini juga penting karena penjual dan pembeli bisa jadi sama-sama baru kenal. Tidak sedikit kendaraan bekas yang dimundurin kilometernya supaya harga jual lebih tinggi tapi banyak juga yang jujur tidak utak atik odometer. Banyak-banyak lah bertanya mengenai riwayat kendaraan sebelumnya pernah apa saja, kadang penjual tidak akan bilang kalau tidak ditanya.


  • Lihat wheel alignment apakah lurus semua atau tidak, motor yang pernah crash biasanya sedikit miring atau cacat termasuk juga posisi segitiga atas dan bawah kadang kalau sudah di press tetap ada perbedaan jarak atau ada yang aneh. Cat yang mengelupas di chasis juga patut di curigai karena bisa jadi sudah pernah press rangka. Apakah kalau sudah press rangka handling tetap baik-baik saja tidak bermasalah? who knows?

  • Cek odometer apakah wajar motor dengan pemakaian 2015 dijual di 2018 apakah wajar hanya jalan 4,000 km misalnya? motor pajangan biasanya suka ada sarang laba-laba seperti di mesin dan dekat swing arm. Kenapa odometer itu penting? penting karena banyak interval servis yang didasarkan pada odometer sedangkan kalau di mundurin bisa jadi interval servis tersebut kelewat jauh.

  • Cek buku servis atau kalau perlu cek juga maintenance recordnya di bengkel resmi untuk motor tersebut. Cara ini supaya terhindar dari odometer yang dimundurin

  • Untuk mendeteksi odometer dimundurkan atau tidak bisa juga lihat gear alias sproket belakang kalau sudah tajam berarti jarak tempuh sudah panjang begitu juga dengan kampas rem kalau sudah tipis minimal sudah jalan 10,000 km dengan kampas standar. Suara rumah kopling yang oblak atau gejala kopling selip juga bisa menandakan jarak tempuh yang sudah jauh. Begitu juga ban yang sudah tipis. Tambahan lagi dari teman saya yaitu piringan rem cakram yang sudah terkikis kalau memang sudah jalan jauh.

  • Penyakit yang kebanyakan terjadi di ER6 adalah tangki berkarat sehingga karatnya menyumbat fuel pump. Selain kelihatan karat dari lubang pengisian bensin, ini bisa di cek ketika motor hidup stationer kemudian di gas mendadak sampai ke red zone. Kalau tangki berkarat akan tersendat di rpm 5,000 - 6,000. Lebih jelasnya untuk pembersihan dan pengecekan ada disini

  • Penyakit yang banyak menjangkiti ER6N tapi belum pernah saya temui di ER6F adalah as water pump yang berkarat sehingga merusak seal. Ini terlihat dari air radiator yang bocor dari kanan bawah mesin. Ini termasuk berat karena kalau ganti as harus turun setengah mesin tapi bisa diakali dengan di amplas halus dan ganti mechanical seal serta oil seal.

  • Spul biasanya sudah berumur dan minta diganti harganya sekarang sekitar Rp. 1,400,000 diluar packing mesin. Kalau pakai voltmeter bisa dengan mudah diketahui dari tegangannya, lebih jelasnya bisa cek di artikel disini untuk masalah spul.

  • Seal shock breaker depan biasanya bocor dan minta diganti. Bisa alternatif pakai seal byson yang lebih murah.
  • Seal klep biasanya bocor minta ganti jadi ada ngebul tipis, bisa dilihat di lubang buangan knalpot ada sisa pembakaran oli tidak. Begitu juga di packing silinder atas kalau sudah berumur infonya akan rembes oli.

  • Langsam yang tidak rata atau gas yang tidak bisa rata dibawah 5,000 RPM, ini karena ada hose dari throttle body yang pecah dan biasanya terdengar suara berdesis seperti bocor dari bawah tangki sebelah kiri. Bisa di cek di artikel disini, menurut mekanik saya seringnya terjadi malah di motor simpanan bukan di motor yang sering jalan.

  • Susah starter dan bunyi cetek-cetek bisa jadi relay starternya minta diganti bisa dilihat di artikel ini


Kalau karakter motor ini seperti apa juga perlu diketahui supaya tidak mengira memang motornya jelek tapi karena bawaan lahirnya:
  • Berat. Ini sudah pasti tapi kalau bawa motor ini tiap hari juga lama-lama akan terbiasa.

  • Susah di belokin stirnya atau susah nikung. Cek dulu tekanan ban dan kualitas ban nya kalau sudah waktunya diganti baiknya diganti (bisa cek di artikel sini untuk ban). Masih susah nikung juga mungkin teknik ridingnya harus diganti bisa dibantu dengan counter steering tapi kalau sudah sering bawa akan biasa juga dan gampang nekuknya kok.
  • Rem yang berasa tidak pakem terutama rem belakang. Memang karakter motornya seperti itu apalagi di RPM tinggi kemudian panic brake pasti gak berhenti-henti ini motor, baiknya main safe dan di RPM bawah saja lebih terasa pakem remnya. ABS maupun non ABS tidak masalah malah non ABS jarak hentinya lebih singkat lo. Teknik riding moge bisa diintip-intip di artikel ini


semoga bermanfaat and happy hunting.......
***kalau mau cek-cek spare part lainnya untuk ER6 ini bisa diintip disini