Thursday, July 13, 2017

Liburan Keluarga di Taman Nasional Gunung Halimun Salak - Gunung Bunder

Liburan...... sebelum lebaran mertua kebetulan mengajak liburan rame-rame ketika libur lebaran, kemudian timbullah ide untuk liburan di Bogor saja lebih tepatnya ke TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak) atau lebih dikenal dengan gunung Bunder. Beberapa pertimbangan ambil liburan kesana adalah lokasinya yang agak minggir tidak masuk kota Bogor plus kami berangkat dari area Tangsel serta setelah masuk area TNGHS kita bisa mengunjungi beberapa tempat sekaligus seperti banyak pilihan curug atau air terjun, air panas, wisata sungai, dan kawah ratu. Plus saya sudah beberapa kali ke wilayah ini jadi sudah hafal tempat-tempat nya ada di mana saja




Hari H liburan jatuh ketika H+2 lebaran, karena check in di penginapan adalah jam 14.00 jadilah diatur kami berangkat jam 09.00. Ternyata sudah kesiangan sudah banyak spot kemacetan di pasar Parung, jalan tembus Atang Sanjaya ke jalan raya Leuwilyang sehingga alhasil kami sampai di Pondok Rasamala sekitar pukul 14.00 molor jauh dari estimasi saya yang hanya 3 jam perjalanan maksimal.

Gate TNGHS

Niat berhenti di Curug Cihurang yang jalan kakinya tidak jauh dari lokasi parkir juga kami urungkan karena luar biasa ramai Curugnya dan mulai masuk di wilayah hutan lindung juga ramai plus ditambah jalan yang rusak. Curug Cihurang ini adalah curug pertama dari pintu masuk sebelah barat TNGHS.



Jalan yang rusak ditambah lalu lintas yang padat membuat perjalanan semakin lama, ditambah lagi mobil-mobil pribadi yang sulit menanjak karena kopling panas dan selip juga menambah kesulitan. Ternyata bukan mobil pribadi saja yang kewalahan, motor - motor matic juga banyak yang beltnya panas dan selip jadi terpaksa berhenti di pinggir jalan seadanya. Alhamdulillah kami rombongan pakai 2 MPV dengan transmisi matic masih bisa meladeni jalanan tanpa kendala apapun. Meski kakak ipar dan mertua komen harusnya naik SUV sekelas Fortuner dan Pajero.


Jalan depan curug ketika sepi di 2015

Penginapan kami pilih di Pondok Rasamala sewa 1 villa dengan 3 KT dan 2 KM serta dapur dan pilihan jatuh di villa Batarua namanya dengan rate Rp. 3,000,000 per malam. Selain menyediakan villa di pondok Rasamala juga ada glamping (glamorous camping) dengan fasilitas yang bagus termasuk kamar mandinya kalau gak salah ratenya Rp. 2,000,0000 untuk 1 tenda per malam, disini juga ada kolam renang, sungai kecil buatan, playgorund anak-anak, dan banyak spot yang instagramable. Tidak lupa kita bisa pesta jagung bakar ditambah api unggun atau karaoke supaya semakin meriah acara malam hari di villa. Masalah makanan pun tidak perlu bingung bisa pesan sekalian prasmanan dan rasanya juga enak, hanya harga per orang yang mahal sekitar Rp. 50,000










Karena mess up di traffic maka acara dilanjutkan dengan berenang di sore hari, kebetulan kolam hanya diisi setinggi paha orang dewasa sehingga pas dijadikan kolam anak-anak. Setelah berenang balik ke villa dan lanjut dengan makan malam, api unggun sambil main kembang api dan lanjut lagi dengan jagung bakar. Additional selain villa dan makanan bisa lo bayar langsung di penginapan ke petugasnya dengan harga yang lebih murah dibanding lewat kantor travel mereka yang ada di Jakarta, hehehe








Keesokan harinya jam 07.00 kami sudah jalan dari villa lanjut ke Curug Cihurang dan benar saja masih sepi sekali dan kamilah yang pertama datang, disini bayar lagi retribusi Rp. 10,000 per orang, kalau saya sih biar murah ditanya berapa orang saya jawab saja jumah orang dewasanya yang anak-anak tidak saya sebut suruh hitung sendiri, kadang dari 5 anak mereka hanya hitung 1 anak saja, lumayan ngirit kan? hehehe Curug ini jadi pilihan supaya mertua yang sudah sepuh tidak terlalu capek jalannya dan bisa menikmati di Curug. Ada lagi satu pilihan curug yaitu Curug Ngumpet yang jalan dari parkiran tidak terlalu jauh tapi sedikit menanjak jalannya.






Puas main di Curug kami balik ke penginapan dan ganti baju lagi disana, Setelah beres-beres lanjut lagi ke air panas yang wilayahnya keluar ke arah Timur sebelum pos masuk sebelah Timur dan melewati Curug Cigamea yang merupakan curug utama disini dan yang terbesar.
Rupanya saya salah prediksi karena perlu jalan kaki jauh turun ke bawah sampai ke samping sungai dan terjal sama seperti di Curug Cigamea. Alhamdulillah si mas yang umurnya 6 tahun kuat naik turun sendiri, malah adek-adeknya gantian minta gendong kadang saya gendong 2 anak. Air panasnya kaya akan besi sehingga warnanya coklat keruh dan karena kami datang siang jadi sudah ramai sekali. Di area air panas ini juga banyak warung-warung sehingga urusan minum atau jajan cemilan tidak perlu kuatir.




Next day kami check out sekitar pukul 07.30 untuk mengindari macet dan benar saja jalanan masih relatif lancar. Tidak lupa beli oleh-oleh dulu roti unyil di Yasmin lanjut beli tape di persimpangan gaplek dan pulang lewat puspitek. Alhamdulillah sampai kembali di rumah sekitar pukul 13.30 setelah makan siang dulu di daerah BSD.

Liburan yang seru dan next trip adalah ke Lampung which is in the next two weeknya mumpung anak-anak masih libur sekolah, nah ada di next artikel ya....
anyway, setelah nginep disini saya gak jadi memutuskan untuk glamping berhubung di villa aja sudah dingin banget apalagi pakai tenda ya harus banyak persiapan dulu untuk pakaian dan penghangat badannya.