Monday, July 17, 2017

Liburan Keluarga ke Lampung

Liburan...... setelah saya ngantor seminggu setelah sebelumnya ketemu libur lebaran dimana libur lebaran 3 hari spend di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) artikelnya disini, saya putuskan lagi untuk liburan ke Lampung. Main course liburan ke Lampung ini sebenarnya adalah memberikan experience baru bagi 3 anak saya untuk naik kapal Ferry, kalau naik kapal kecil sih udah biasa tapi ini kan kapal besar dimana banyak mobil dan truk bisa masuk.




Perjalanan dimulai pukul 07.00 dari rumah mertua area BSD, sempat sebel karena perlu muter-muter dulu ada car free day akhirnya bisa juga masuk tol Tangerang - Merak sekitar pukul 08.00 ternyata hari Minggu tol ramai termasuk di semua rest area banyak bus besar yang ke arah Barat dan banyak yang exit di sekitar Cilegon. Akhirnya kami baru bisa rest sejenak di pom bensin besar sebelah kanan jalan setelah exit tol Merak yang toiletnya lumayan lega.


Masuk ke pelabuhan bayar Rp. 374,000 untuk mobil tapi orangnya tidak dihitung tuh dan yang penting ini harga resmi ada struk dan tidak ada pungutan liar lo dan para petugas lapangan pun sungguh-sungguh menjalankan tugasnya. Ketika kami masuk ke dermaga kapal baru mau sandar jadi saya bisa ajak anak-anak lihat dari dekat proses kapal bersandar sekitar pukul 9.30. Sayangnya jembatan khusus ke dek mobil yang ada 1 tingkat diatas dek bawah tidak dioperasikan jadinya kami masuk dari dek bawah bareng truck kemudian mobil baru naik ke atas lewat ramp yang ada di dalam kapal. Disini juga saya baru sadar bahwa setelah muatan kapal pertama turun sampai pintu masuk tertutup sudah dipatok maksimal 30 menit saja. Hari Minggu ini termasuk ramai kapalnya berbeda tidak seperti hari Senin besoknya ketika saya pulang dari Lampung.








Supaya proses berlabuh terlihat jelas maka semua saya ajak naik ke dek paling atas sambil melihat menikmati pemandangan dan disini anak-anak sangat excited apalagi ketika kapal sudah berjalan, ortunya sudah kepanasan tapi mereka belum mau turun ke ruangna VIP yang pakai AC. hehehe
Di ruangan VIP ini masing-masing orang di charge Rp. 10,000 - 15,000 tergantung kapalnya dan fasilitas yang ada di ruangan VIP, kalau saya sih hanya bilang jumlah dewasanya berapa tidak sebut anak-anaknya kalau ditanya baru bilang dan 3 anak ini digabung saja ke tiket 1 orang dewasa.

Sekitar pukul 12.30 kami turun dari kapal di Pelabuhan Bakauheni ketika keluar pelabuhan cukup kaget juga sudah ada tol Sumatra sebelum masuk jalan raya Lampung, wah nanti kalau sudah jadi makin asik nih bisa liburan ke Palembang, Jambi, jadi destinasi baru. Dari Pelabuhan kami berhenti di menara Siger yang jadi icon Lampung. 



Setelah puas foto-foto lanjut tancap ke Kalianda untuk late lunch sekitar jam 14.00. Rejeki mertua bagus juga, ngidam pindang ikan eh dapet juga nih pindang Palembang. Kesan di kota Kalianda ini adalah kota yang sepi tapi mulai ramai ketika sore harinya




Dari sini kami jalan melipir jalur pantai ke arah Selatan ke arah pantai Canti. Sampai di pantai Canti kurang lebih 30 menit perjalanan dari rumah makan tadi didapatkan pantai yang sepi dan cukup bagus tapi bayar dulu retribusi Rp. 10,000 pukul rata dari dewasa sampai anak-anak. Setelah cek ruangan bilas akhirnya diputuskan untuk main air dulu di pantai. Tapi perlu berhati-hati juga selain banyak papan warning kalau berenang cukup sebatas pinggang saja karena tidak ada life guard juga disini. Pantai Canti ini bisanya hanya main air dan menikmati pemandangan saja tidak seperti pantai Mutun yang pernah saya datangi bisa bermain beberapa mainan air.








Pukul 17.00 kami bertolak dari pantai Canti tancap ke Bandar Lampung dan jalanan mulai ramai jadi baru masuk ke Restoran Bukit Randu sekitar pukul 18.45. Kebetulan kami menginap di Hotel Bukit Randu ini juga dan tempat ini recommended banget karena terletak diatas bukit jadi terlihat pemandangan Bandar Lampung. Selain itu mertua saya sangat berkesan ketika mendegar suara adzan Subuh yang bersahut-sahutan dari beberapa mesjid yang ada di bawah bukit. Playground anak-anak ada di bagian restoran sedangkan kolam renang ada di bagian hotel. Hotel punya 4 lantai dimana ground levelnya ada di lantai 3 dan 2 lantai lagi ada dibawah Lobby.







Next day, kami check out pukul 07.30 dan tancap ke Puncak Mas, yang klaimnya destinasi baru yang lagi hits di Lampung. Disini cukup bayar Rp. 20,000 saja per orang dewasa, yang anak-anak tidak dihitung. Disini banyak spot yang instagramable karena posisi di atas bukit jadi selain terlihat kota juga bisa kelihatan lautnya. Playground anak-anak pun available disini dan ada juga food court yang menurut saya buka menjelang siang. Yang berkesan bagi saya ada 1 spot tanjakan curam menuju lokasi Puncak Mas yang bikin mobil dengan muatan berat bakal kewalahan kalau ancang-ancangnya kurang.














Pukul 09.00 kami tancap lagi turun ke bawah berhenti di toko oleh-oleh Yen Yen yang terkenal di Lampung and pukul 10.00 tancap lagi ke Bakauheni. Pukul 13.00 kami baru masuk kapal setelah sebelumnya Lunch dan solat terlebih dahulu. Alhamdulillah kembali lagi ke rumah pukul 18.30

Perjalanan ke Lampung memang menyenangkan ketika perjalanan darat tapi di kapal lama kelamaan bosan juga dimana jarak hanya sekitar 40 km tapi kita menghabiskan waktu dikapal sekitar 2 - 4 jam, apalagi anak-anak ketika pulang sudah tidak begitu excited lagi ketika naik kapal.


next trip? masih dipikirkan mungkin ke Purwakarta tapi sebelumnya saya touring dulu sendiri ke Lombok.