Monday, August 14, 2017

Touring to Lombok

Lombok...... jadi salah satu tujuan touring besar tahun ini mengingat banyak sekali jadi destinasi foreign tourist setelah Bali disamping itu banyak teman-teman serta keluarga yang berlibur disana selalu komentar disana jalannya enak sekali buat motoran disamping pemandangan alam yang ciamik. Kalau Bali sendiri sudah kami lalui tahun lalu yang artikelnya ada disini

Motor sewaan Vario 125 kami pilih demi efisiensi biaya mengingat biaya towing motor bolak balik sekitar Rp. 5,000,000 per motor vv. Kalau saya sih no problem ya mengingat touring yang dinikmati ya pemandangannya, toh kalau pakai Vario juga bisa gas pol. Jauh hari sebelum berangkat persiapan dilakukan dibantu dengan tour guide yang juga merupakan riders sekaligus penduduk Lombok untuk menyusun itinerary serta handle ground transportation selama kami disana.






Day 1: 5 August 2017

Kami berangkat mengunakan first flight Lion disamping murah juga kemungkinan delay nya kecil. Arrived di Lombok sekitar pukul 08.00 WITA sambung dulu sarapan di kaki lima dilingkungan airport sambil menunggu driver mobil elf untuk membawa rombongan kami sebanyak 7 orang. Sebetulnya elf ini kalau dimuati penuh bisa isi 15 orang tapi membawa 7 orang jadinya sangat lega dan nyaman.


Stop pertama kami berhenti di kampung tenun Sukarare, disini kami melihat para wanita yang menenun sambil diceritakan bahwa untuk menenun kain yang kompleks bisa menghabikan waktu satu sampai 2 bulan, dan dalam satu hari hanya bisa menenun sekitar 10 cm saja. Di sepanjang jalan pedesaan ini juga bisa kita lihat lumbung padi tempat menyimpan stok padi selama musim paceklik. Disini juga menjual kain tenun dengan beragam kualitas mulai dari yang murah sampai yang mahal (teman saya berhasil tawar dari harga Rp. 1,500,000 dilepas di Rp. 700,000), sarung, dan tas tenun tapi ya menurut saya harganya mahal-mahal dan overprice. Mungkin karena yang datang bapak-bapak jadi digetok tinggi semua harganya.




Lumbung


Dari kampung tenun perjalanan dilanjutkan lagi melewati daerah yang saya lupa namanya tapi disini pusatnya kerajinan gerabah atau tanah liat. Disini kami hanya numpang lewat berhubung akan merepotkan bawa gerabahnya, jadi kami berhenti di tempat kerajinan mutiara didekat kota Mataram. Di tempat jual mutiara ini dijual mulai dari mutiara laut yang harganya paling tinggi (paling murah sekitar Rp. 1,500,000 dan bersertifikat), mutiara tawar (paling murah sekitar Rp. 800,000 dan bersertifikat) dan mutiara air mata (buatan murah meriah pin dan bros sekitar Rp. 100,000)

Mutiara Air Laut

Mutiara Air Tawar
Mutiara Air Tawar

Mutiara Air Mata

Mutiara Air Mata



Lunch time kami stop by di resto Nada Alam Nyaman didaerah Bintaro untuk menyantap kuliner khas Lombok yaitu ayam bakar Taliwang. Setelah kenyang lunch lanjut lagi ke toko oleh-oleh Gandrung yang menjual pakaian, sandal, gantungan kunci, tempelan kulkas, dan beragam oleh-oleh yang mostly bukan makanan. Setelah puas kami check in di hotel Central Inn yang berada di pusat keramaian di Senggigi. Nilai plusnya selain di pusat keramaian, akses ke pantai Senggigi pun dekat sekitar 10 menit jalan kaki saja tapi bad sidenya adalah sulit buat istirahat dimalam hari karena bising dengan live music dari cafe-cafe yang bertebaran disekitaran hotel.

Ayam Taliwang and Plecing Kangkung 


Senggigi Beach

Senggigi Beach


Sore hari setelah menikmati pantai kami lanjut dengan ambil motor sewaan tapi sebelumnya motor sewaan kami isi bensin dan isi angin bannya. Short riding ke utara arah Pamenang termasuk berhenti di 2 spot indah untuk berfoto kemudian turun lagi ke selatan melalui monkey forest dan jalur berliku perbukitan, di sore hari jalanan dari Pamenang melewati monkey forest sampai ke Mataram kurang recommended karena selain ramai kadang ada beberapa truck yang memperlambat tempo perjalanan dan sulit untuk disalip. Aspal di monkey forest ini juga relatif kurang mulus meski jarang lubang-lubangnya, tapi aspal selain wilayah ini sih mulus lus lus. Break dinner kami lakukan di salah satu rumah makan yang menghidangkan sate sapi Rembige dan sop Belulang di area Mataram yang juga merupakan khas Lombok.

Tampak dari kejauhan Gili Trawangan


Day 2: 6 August 2017
Setelah sarapan yang umumnya disini pukul 07.00 kami mulai packing lagi dan memasukkan semua barang ke support car yaitu Avanza yang dikemudikan oleh tour guide kami. Berhubung tempat rental motornya kurang sigap, jadilah kami ketiban rejeki dapat sewaan 2 unit Z250 dan 1 unit ER6N. Memang sih jadwal perjalanan jadi molor dan siap semua ketika di pukul 10.00 termasuk harus ambil motornya di selatan Mataram but its ok.


Hari kedua ini dimanjakan dengan melewati jalan bypass Mataram dimana para pemakai Vario bisa putar gas pol sampai mentok karena jalan luas 2 jalur masing-masing dengan separator di tengah jalan dan tak lupa aspal yang mulus hanya di beberapa spot terkendala angin dari samping saja tapi lurus saja beberapa km.
By pass Mataram                                                           











Sekitar pukul 11.30 kami sampai di pantai Selong Belanak yang menurut saya merupakan pantai terindah pada trip kali ini, ketika di jalan pun sering kita berada di atas bukit dan melihat pantai dari kejauhan, mirip-mirip bukit Habibi didaerah Pelabuhan Ratu menuju Sawarna bedanya ini banyak sekali spot seperti ini. Next trip sepertinya harus menginap di pantai ini dibanding menginap di Senggigi.

Hyundai Accent Open Cup, baru lihat disini



Puas menikmati Selong Belanak kami lanjut lagi ke pantai Kuta dan melewati pantai Mawun (infonya pantai ini juga tidak kalah bagus dengan Selong Belanak), sampai di pantai Kuta sebenarnya saya sedikit kecewa karena sedang berantakan karena pembangunan infrastruktur pantai untuk pariwisata kedepannya. Video riding dengan ER6N dari Selong Belanak ke Pantai Kuta bisa dilihat di link youtube disini





Lepas dari pantai Kuta kami beranjak lagi ke utara menuju daerah Praya dan makan siang ayam goreng disana





Dari Praya pukul 14.00 melaju lagi ke arah utara ambil jurusan Sembalun dan terus melaju ke arah Pusuk Sembalun, kalau diri saya sendiri ya paling senang dengan jalan menuju Pusuk Sembalun ini yang merupakan uphill penuh tikungan serta udara hutan yang sejuk. Tidak lupa ketika tiba di Pusuk Sembalun pukul 16.30 kami berfoto dengan back ground perbukitan and kota di lembahnya komplit dengan kabut yang ada disini. Video riding uphill track ke Sembalun bisa dilihat di link youtube disini





Hari kedua ini kami beristirahat di hotel and restaurant Nusantara Sembalun..... a perfect choice karena buka pintu kamar langsung disuguhkan menu utama yaitu pemandangan gunung Rinjani dan yang paling penting adalah tenang serta dingin.



Day 3: 7 August 2017
Suhu udara di pagi hari sekitar 18 deg C berkhasiat menyembuhkan batuk yang sudah dimulai dari sebelum berangkat ke Lombok. Pagi hari kami menjelajah ke jalur hiking sampai stop point pertama pendakian dan berfoto disana. Bagi yang mau mendaki ini adalah stop point mobil pick up untuk drop para pendaki.






Jalur mendaki Rinjani

Stop point drop off pick up for trekking


Pukul 09.30 kami kembali melindas aspal but sometime sekitar jam 10.00 saya terlibat accident single karena ban belakang Z250 yang saya kendarai slide terlalu banyak sehingga keluar aspal dan motor melintir. Oh well.... dari yang tadinya mau tancap langsung ke Pamenang untuk menyebrang ke Gili terpaksa dibelokkan dulu ke Mataram untuk perbaikan motor dan saya dipijet dulu kakinya supaya besok hari bisa berjalan. Teman riding saya juga ikut nyusruk dibelakang saya karena kaget motor saya melintir, nanti akan dibahas terpisah lesson learn nya di artikel selanjutnya.

With Rinjani as Background
Another Breathtaking View


Sore hari kami berhasil menyebrang ke Gili Trawangan dengan speed boat yang hanya menghabiskan waktu sekitar 10 menit saja sampai ke jetty sekitar selatan Gili Trawangan. Sempat tukar hotel juga karena hotel Ocean View 2 yang kami book tiba-tiba melepas kamarnya ke orang lain dan kami dapat kamar yang buruk. Akhirnya kami menginap di new Rudy yang menurut kami lebih baik tempatnya kemudian sambung dengan makan malam di pasar seni yang ada di depan Jetty.



Day 4: 8 August 2017
Ternyata di Gili Trawangan sini lebih bising dibanding Senggigi kurang cocok untuk yang menyukai ketenangan seperti saya apalagi di malam hari dimana-mana ada party dan kebetulan semalam adalah full moon party.


Pagi hari setelah solat Subuh saya keluar menikmati udara pantai dan sunrise, sangat sepi bertolak belakang tidak seperti di sore dan malam harinya. Sarapan nasi campur alias nasi bungkus yang dijual penduduk setempat sambil menikmati sunrise memang tiada duanya. Kenyang sarapan lanjut dengan touring lagi tapi kali ini naik sepeda karena di Gili Trawangan ini tidak boleh ada kendaraan bermotor, paling banter hanya sepeda listrik atau motor listrik dan kalau bawa barang banyak pakai delman. Dengan sepeda untuk memutari jalan pinggir pantai dibutuhkan waktu sekitar 1 jam saja, terlihat memang bahwa yang padat ada di area Selatan serta Timur pulau tidak seperti bagian Barat dan Utara yang relatif lebih sepi.


Touring With Bike


Setelah puas lanjut dengan kegiatan snorkling dimana mulai pukul 09.00 dengan 3 spot yaitu spot Gili Trawangan yang relatif dangkal sekitar 3 - 5 meter saja dengan terumbu karang yang lumayan bagus. Kemudian pindah ke Gili Nemo untuk cari penyu sayangnya sudah terlalu siang dan ramai jadi tidak dapat penyu di spot ini kedalaman air mungkin ada sekitar 10 meter. Kemudian lanjut spot terakhir di Gili Air dengan terumbu karang yang tidak begitu bagus tapi ikan-ikannya rakus berani mendekati kami yang pegang roti sambil menyuapi ikan yang mau makan. Action camera saya berkali-kali di tabrak-tabrak ikan yang kelaparan, hahaha Uniknya di spot Gili Air ini lokasi snorkling bisa dijamah dengan berenang dari bibir pantainya hanya sekitar 20 - 30 meter saja.




Lunch time dan bilas kami lakukan di Gili Air dan kami sudah menyebrang kembali ke Pelabuhan Kecinan sekitar pukul 13.00 dan kembali switch ke mobil elf. Setelah switch barulah beli oleh-oleh di Amelia untuk oleh-oleh makanan berbagai macam olahan rumput laut, susu kuda liar, berbagai macam madu dan minyak lawang. Semua pakaian kotor dan yang meberatkan bawaan saya gabung packing dengan oleh-oleh supaya tidak merepotkan di kabin. Sekitar pukul 16.00 kami sampai di airport dan siap-siap terbang di pukul 19.00.

Thank you Riders sampai bertemu lagi......







*** Yang penasaran total biaya yang habis per orang adalah Rp. 3,900,000 diluar bensin motor dan oleh-oleh saja :) yang butuh tour guide di Lombok bisa kontak mas Andre 081805795337