Monday, December 28, 2015

Review Honda Beat Pop - 2,500 km bersama

Beat pop..... merupakan motor pilihan saya dan istri setelah si biru ninja 650. Motor ini saya belikan untuk istri saya untuk keperluan wira-wiri deket rumah termasuk ngantar anak sekolah meski istri harus latihan dan mengumpulkan nyali dulu buat jalan agak jauh. hahaha cukup lama milih motor ini mulai dari matic TVS yang ada warna pink nya, kemudian mio J yang ada varian pink (syukurlah gak di produksi lagi), kemudian Mio M3 ungu gagal juga krn terlalu besar menurutnya, akhirnya jatuh ke beat pop. Malah istri saya yang ngasih tau ada beat pop ini, sebelumnya saya cuma tau beat sporty aja. Setelah saya lihat-lihat penampilannya ok juga dan manis cocok untuk istri saya disamping beat pop ini adalah matic paling mungil untuk saat ini, dengan tinggi badan sekitar 160an kedua kaki istri saya bisa menapak dengan baik. Saya ambil yang vairan paling rendah dan paling murah yang tidak pakai combi brake dan ISS (Idling Stop System) warna putih decal ungu jadilah di panggil si putih unyu.




Motor datang akhir agustus, sampai sekarang baru jalan 2,500 km karena jarang dipakai jalan makannya baru nempuh jarak segitu aja. Waktu inreyen dan akhir-akhir ini motor sering saya pakai commuter ke kantor jarak pp hampir 50 km an per hari dan sekali touring ke taman nasional gunung halimun salak yang artikelnya saya tulis disini

Lanjut ke ubahan yang sudah terjadi di motor beat pop ini antara lain:
  1. Upgrade ban standar Federal ke FDR sport XR evo depan ke 80/80 and belakang 110/80. Dulu pernah pakai FDR XR ini di pulsar tapi kok licin banget kelihatannya salah beli karena dulu tertulis race tyre only. mah FDR sport evo ini cukup puas pakainya kalau dibandingkan dengan ban Federal bawaan dari Honda. Reviewnya tunggu artikel berikutnya ya
  2. Box shad SH29, lebarnya juga masih lebih lebar stang motor
  3. Lampu DRL, additional led brake light dan bohlam rem kedip
  4. Double horn tinggal paralel klakson asli dengan klakson copotan si biru
  5. Tidak lupa pasang stiker transparan ke seluruh body sebagai proteksi dari baret sekalian tambah decal dikit warna ungu di spakbor depan and dibalik dashboard
  6. Jaring Jok supaya bokong gak panas dan pegal, it works ketika touring aman saja. Pegal di pinggang karena jalan kurang cepat
  7. Cemplungin Broquet 2 tablet di tangki untuk booster ketika konsumsi premium


Kelebihan:
  • Motor kecil enak dibawa kemana aja, masuk kampung keluar kampung dan jalan setapak ok banget tidak flashing. Kalau bawa si biru moge orang-orang dah pada nengok and keliatan banget meski knalpot masih standar tetap aja diliatin

  • Manuver enak betul tentunya setelah ganti ban, kalau ganti ban merek michelin , bridgestone, dll yang bermerek pasti jauh lebih enak lagi. Saya pakai FDR aja sudah sempat standar samping atau tengah nyeret ke aspal ketika nikung. Sepertinya efek center of gravity lebih rendah kalau saya bandingkan dengan scoopy milik mertua saya. Artikel teknik menikung dan safety riding bisa dibaca disini dan disini
seperti ini cara naik matic terutama  untuk menikung rebah

  • Konsumsi bensin sekitar 1 liter untuk 50 km ini sudah sering gas pol, kalau bawanya pelan bisa lebih irit lagi. Waktu touring ke taman nasional gunung halimun salak pp sekitar 150km isi bensin gak sampai 3 liter pakai shell super / pertamax (kapasitas bensin 3.5 liter). Calculate ulang kesekian kalinya tembus ke 1 liter 51 km, sepertinya ada pengaruh pemakaian broquet 2 tablet di tangki bensin.

  • Touring pp 150 km dengan posisi kaki di footstep belakang kelihatannya tidak terlalu capek masih biasa saja, mungkin harus lebih jauh lagi baru berasa capek nya.

  • Suara starter halus sekali, tau-tau mesin sudah hidup saja. Ini merupakan kelibihan baru generasi matic baru honda pakai ACG starter kalau gak salah namanya.

  • Model nya manis banget and futuristik baik dari depan, samping atau belakang

  • Berhubung ini sering jadi motor weekend warrior saya, jadi motor masih bisa dipaksakan naik 5 orang berisi saya, istri dan anak-anak saya yang balita, hahaha udah seperti main sirkus saja. Suspensi juga masih ok dan sanggup menahan semua beban

  • Bagasi kecil tapi cukup untuk menampung jas hujan, jaket, sarugn tangan, masker, kanebo motor, dan power bank. Helm selalu saya taruh luar dan di gembok tentunya

  • Top speed 100 kpj kalau kebantu angin or turunan bisa lebih sedikit, mostly mentok di 80-90 kpj saja


Kekurangan:
  • Si putih unyu ini sepertinya mengalami cacat produksi, dari awal turun mobil delivery ada suara seperti matic sudah lama ada bunyi part bergesekan, gak enak bener bunyinya. Tapi setelah perjuangan bolak balik ke bengkel Honda Wahana semua part diganti, meski sampai bolak balik nginep di bengkel untuk cari penyakitnya. Mulai dari friction disc, as roda belakang dan ternyata penyakit ada di bearing kruk as. Semuanya diganti honda tanpa saya keluar biaya, hanya biaya oli dan packing saja yang merupakan barang habis pakai. Akhirnya suara hilang sampai 70%, sekarang suara udah minim sekali. Ya sudah lah saya pakai saja, tapi sekarang nongol lagi suaranya kaya dulu. hahaha ok just live with it

  • Beberapa part body yang berwarna hitam doff ini sangat mudah sekali lecet seperti di belakang dashboard, bagian kaki dan belakang ban depan, termasuk juga sulit dibersihkan dari noda membandel untuk yang bagian bawah ini

  • Ban belakang motor saya agak offset ke kiri jadi gak terlalu center dengan spakbor, saya perhatikan banyak juga motor yang seperti ini. Komplen ke beres ya mereka gak bisa apa-apa juga

  • Rem depan belakang senin kamis alias kurang pakem nge rem nya kalau di high speed, tapi kalau low speed ok banget pengeremannya. Dulu Scoopy bisa dengan mudah sampai mati berputar ban belakangnya ketika di rem beda dengan beat pop ini harus setel rem dangkal dan ada effort untuk nge lock ban belakang

  • Jok menguncup di depan jadi kalau lagi muatan penuh dan posisi geser kedepan banget jadi sakit bagian pantat.

  • Karet footstep bagian sampingnya tipis, punya saya yang kanan sudah mengelupas karena kaki saya sering di footstep belakang
  • Ada lagi update yang bikin sebel, packing atau seal sebelah kiri bocor gak tau kenapa mungkin sering dipakai geber gak kuat juga. Hanya rembes dikit tapi gak seneng aja liatnya

  • Kekurangan paling utama adalah....... hanya bisa mengelus dada kalau disalip motor cc lebih besar, apalagi di salip moge. haha tapi jadi bangga kalau bisa nyalip balik terutata pas tikungan.


Kesimpulan:
Motor beat pop ini cocok untuk yang mau belajar motor terutama para wanita karena tinggi jok paling rendah di kelasnya. Bensin juga cukup irit, selap selip di kemacetan or gang sengol juga mudah dilakukan. Worth it to buy...... after sales Honda juga ok kalau ada komplen cepat di tangani gak lempar tangan.

Sekian reviewnya semoga membantu